Hi, Guys!
Gimana nih kabarnya? Semoga sehat wal'afiyat, ya!
Di post pertama ini gue bakal ngoceh tentang motivasi. Ngocehnya simple aja sih, belum masuk ke materi alias baru prolog. Tapi, walaupun simple, gue harap kalian bisa termotivasi dan terus konsisten menjaga semangat hidup kalian. Entah itu memperjuangkan cita-cita, cinta, atau lainnya yang menurut kalian sangat banyak tantangan yang menghadang untuk menggapai itu semua. Nah, di sini gue bakal kasih sedikit bekal untuk kalian. Semoga dengan membaca ini, kalian bisa terus semangat untuk menggapai hidup yang lebih cerah.
Let's Go!
Pernah gak kalian berpikir bahwa diri kalian itu merasa tidak ada apa-apanya dibanding temen-temen di samping kalian? Kalau pernah, cepetan deh buang tuh pemikiran. Karena pada dasarnya, semua manusia telah diberikan potensi masing-masing. Sedang potensi itu dituntut untuk dikembangkan oleh pemiliknya agar bisa menjadi prestasi diri. Lalu kenapa kok ada saja orang yang bener-bener terlihat seperti tidak punya bakat sedikit pun? Atau bahkan diri kita sendiri pun seperti itu? Pernah kalian bertanya demikian? Kalau pernah, jawabannya adalah mereka itu belum mendekati faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan mereka, entah karena mereka salah jalan atau memang mereka enggan (sebab malas) untuk berjalan di jalan yang cocok terhadap potensi diri mereka.
Hah, maksudnya gimana?
Maksudnya gini, misalkan salah satu potensi diri kamu ada di bidang kedokteran. Ketika kamu nyatanya bersekolah di sekolah kejuruan otomotif (entah karena paksaan orang tua atau kamunya ngelindur), apa yang kamu rasakan? Tentu itu bertolakbelakang dengan bakat kamu di bidang kedokteran yang mengutamakan kesehatan, kebersihan. Nah, di otomotif kan pasti aja bermain-main dengan oli. Dari situ saja bisa terlihat potensi diri kamu tidak dikembangkan. Malahan dari situ kamu akan merasa terkucilkan dan hilang harapan hidup karena salah jalan untuk meraih prestasi diri kamu.
Mengembangkan potensi diri itu tidak hanya bermbekalkan bakat. Tetapi, di samping bakat, passion, dan kerja keras, kita juga butuh sesuatu
di luar diri kita. Yakni kesempatan, dukungan, dan hal-hal lainnya.
Apa yang membuat sebuah pohon tertinggi dalam sebuah hutan bisa lebih
tinggi dari yang lainnya? Dalam ilmu Biologi kita mengenal istilah
“ekologi.” Sebuah pohon tertinggi bisa menjadi demikian tinggi, bukan
hanya karena ia tumbuh dari benih terbaik, tapi juga karena tidak ada
pohon lain yang menghalangi sinar matahari kepadanya. Tidak ada kelinci
atau hewan lain yang memakan bijinya. Tidak ada penebang pohon yang
membunuhnya. Dengan kata lain, lingkungan benar-benar mendukungnya.
Begitulah Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers, mengilustrasikan
tentang pentingnya sebuah kesempatan dalam menentukan hidup sukses
seseorang. Para atlit hockey terbaik, para pemain bola terhebat,
ditemukan bibitnya dari kecil kemudian diberikan kesempatan pelatihan
terbaik, dengan sistem pendidikan terbaik, dan segala fasilitas terbaik.
Sehingga mereka mencapai posisi puncak.Nah, sekarang paham, kan? Jadi, apa yang harus kita/mereka lakukan?
Kita harus selalu semangat, karena setiap manusia dikaruniai potensi diri, hanya saja di bidang yang berlainan. Seperti dalam Q.S. At-Tiin ayat 4 bahwa Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita dikaruniai penghilatan, pendengaran, penciuman, pengecap, perasa, gunakanlah itu semua untuk meningkatkan potensi diri kamu agar berbuah prestasi.
Ingat, modal bakat saja tidak cukup. Kita harus berada di lingkungan yang benar-benar mendukung kita untuk sukses. Kita harus memahami karakter orang di sekeliling kita, begitu juga mereka harus memahami karakter diri kita. Dengan demikian, kita bisa mengembangkan potensi diri kita dengan dukungan penuh dari orang-orang di sekitar kita, layaknya pohon tadi. Kita harus bersaing ketat agar bisa mendapatkan seat di lingkungan sukses kita. Jangan sampai karena kita tidak kebagian seat, kita menyerah dan menghadapi madesu.
Contoh: Kejarlah impianmu di sekolah favorit itu, jangan sampai kamu gagal lantas hilang harapan hidup.
Bersambung ...
(Berlanjut ke part 2 tentang motivasi: Dengan menjadi hafidz Quran, kita akan merajai prestasi berbagai bidang. Tidak percaya? Yuk simak part 2 nya)

No comments:
Post a Comment